ISMI Kota Jambi Dilantik, Walikota Maulana Harapkan Kerja Nyata Bagi Masyarakat


KOTA JAMBI — jambidfacto.com, Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Kota Jambi resmi memasuki babak baru. Setelah kepengurusan periode 2026–2030 dilantik, organisasi yang menghimpun para sarjana Melayu ini ditantang untuk tidak sekadar menjadi wadah berkumpul, tetapi tampil sebagai kekuatan sosial yang memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., saat menghadiri pelantikan Pengurus Daerah (PD) ISMI Kota Jambi di Aula Griya Mayang, Senin malam (7/9/2026).

Suasana pelantikan berlangsung khidmat. Lantunan Shalawat Busyro turut mengiringi rangkaian kegiatan, memberikan nuansa religius pada momentum awal perjalanan ISMI Kota Jambi.

Dalam kesempatan itu, Maulana menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan ISMI. Ia berharap organisasi tersebut mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan kota, terutama melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Menurut Maulana, keberadaan sebuah organisasi tidak cukup diukur dari kemeriahan pelantikan maupun kelengkapan struktur kepengurusan. Lebih dari itu, eksistensi organisasi harus dibuktikan melalui gagasan, gerakan dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Salah satu program ISMI yang mendapat perhatian khusus ialah rencana menjadikan 30 masjid di Kota Jambi sebagai masjid percontohan.

Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya mengembalikan masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid diharapkan menjadi ruang pembinaan generasi muda, tempat tumbuhnya kegiatan sosial serta pusat pendidikan karakter dan keagamaan.

Maulana menegaskan, pembangunan sebuah kota tidak bisa hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Kemajuan harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia, terutama dalam membentuk karakter, mental dan ketahanan moral generasi muda.

“Penguatan fungsi masjid sejalan dengan visi Kota Jambi Bahagia yang bersih, aman, harmonis dan agamis. Masjid harus kembali menjadi ruang yang mampu menghadirkan kegiatan positif, terutama bagi anak-anak dan generasi muda. Saya yakin dan mengapresiasi ISMI di Kota Jambi. Insya Allah, ISMI akan mulai bergerak dari masjid,” ujar Maulana.

Ia berharap program 30 masjid tersebut nantinya tidak berhenti sebagai sebuah target. Sebaliknya, gerakan itu diharapkan menjadi awal untuk menghidupkan lebih banyak masjid di berbagai wilayah Kota Jambi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Maulana menilai diperlukan kolaborasi yang kuat antara ISMI dengan Pemerintah Kota Jambi. Sinergi tersebut penting agar setiap program yang dirancang tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat diwujudkan menjadi kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Kepengurusan ISMI Kota Jambi periode 2026–2030 dilantik oleh Ketua PW ISMI Provinsi Jambi, H. Ernawati. Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan ikrar, pemasangan pin dan penyerahan bendera organisasi kepada Ketua PD ISMI Kota Jambi, Dr. Ardi.

Momentum tersebut sekaligus menjadi tanda dimulainya perjalanan perdana ISMI Kota Jambi sebagai organisasi yang menghimpun para sarjana dari berbagai latar belakang.

Ketua PD ISMI Kota Jambi, Dr. Ardi, memastikan pihaknya tidak ingin berlama-lama berada dalam seremoni. Setelah pelantikan, jajaran pengurus akan segera menyusun agenda kerja melalui Rapat Kerja (Raker).

Salah satu program yang menjadi prioritas awal ialah Festival Anak Melayu di Kota Jambi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya Melayu kepada generasi muda.

Ardi juga menegaskan bahwa ISMI harus dibangun sebagai organisasi yang aktif dan responsif terhadap persoalan sosial.

“ISMI tidak boleh hanya menjadi organisasi yang memiliki nama dan kepengurusan. Seluruh pengurus harus aktif bergerak dan menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata, termasuk melalui aksi sosial seperti pembagian masker bagi masyarakat yang terdampak kabut asap di wilayah Sumatera bagian selatan,” tegas Ardi.

Menurutnya, kekuatan ISMI terletak pada keberagaman latar belakang pengurus. Di dalam kepengurusan terdapat akademisi, advokat, pengusaha hingga berbagai kalangan profesional.

Komposisi tersebut diharapkan menjadi modal penting untuk menghimpun gagasan, memperluas jejaring serta membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

Sementara itu, Ketua PW ISMI Provinsi Jambi, H. Ernawati, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan ISMI Kota Jambi. Ia menegaskan bahwa organisasi harus segera menunjukkan manfaatnya di tengah masyarakat.

Selain program masjid percontohan, ISMI juga menyiapkan program pembinaan terhadap 100 anak yatim dari keluarga yang membutuhkan.

Tahap awal program tersebut akan menyasar lima kecamatan. Bentuk pembinaan nantinya disesuaikan dengan jenjang pendidikan anak dan dilaksanakan melalui kerja sama dengan pemerintah maupun lembaga terkait.

Tak hanya bergerak di bidang sosial dan keagamaan, ISMI juga berencana ikut mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya usaha yang digerakkan kaum perempuan.

Program tersebut akan dilakukan melalui pendataan, pengembangan serta promosi produk-produk lokal agar memiliki daya saing dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Ernawati menekankan, seluruh program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ISMI sebagai organisasi yang kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Keberadaan ISMI harus dibuktikan melalui kerja nyata. ISMI tidak boleh berhenti pada pelantikan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Pelantikan turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Sekretaris Daerah Kota Jambi A. Ridwan, Ketua LAM Kota Jambi Datuk Aswan, Kapolresta Jambi Kombes Pol. Ananto Herlambang, Kajari Jambi Dr. Kamin, unsur Forkopimda serta sejumlah tokoh dan lembaga lainnya.

Sementara itu, Muhammad Saleh Azim dipercaya sebagai Ketua Panitia pelantikan. Dengan dukungan pemerintah daerah dan sederet program yang telah disiapkan, ISMI Kota Jambi kini menghadapi tantangan untuk membuktikan komitmennya. Dari masjid, pemberdayaan anak yatim, penguatan UMKM hingga gerakan sosial, organisasi ini diharapkan mampu menjadikan ilmu, jaringan dan kompetensi para sarjana Melayu sebagai energi baru untuk membangun Kota Jambi yang lebih religius, berkarakter dan sejahtera.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *