KOTA JAMBI – jambidfacto.com, Kebakaran hebat kembali terjadi di sebuah gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan bahan bakar minyak (BBM) ilegal di kawasan jln gado – gado pal 7 Kenali Asam, Kota Jambi, Jumat malam (15/5/2026). Peristiwa ini bukan sekadar insiden kebakaran biasa, melainkan kembali membuka dugaan maraknya aktivitas ilegal yang selama ini dinilai luput dari pengawasan aparat dan instansi terkait.
Kobaran api yang membesar dalam waktu singkat membuat warga sekitar panik. Sejumlah warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri karena khawatir api merembet ke permukiman dan memicu ledakan yang lebih besar.

Petugas pemadam kebakaran bersama aparat kepolisian langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengamanan area. Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis lantaran di dalam gudang diduga terdapat material mudah terbakar yang mempercepat penyebaran api.
Beberapa unit mobil pemadam diterjunkan guna menjinakkan kobaran api agar tidak meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi. Aparat juga memasang garis polisi dan membatasi akses warga karena situasi dinilai berbahaya serta berpotensi menimbulkan ledakan susulan.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: bagaimana aktivitas yang diduga sebagai penimbunan BBM ilegal bisa beroperasi di tengah permukiman warga tanpa terdeteksi lebih awal.
Warga sekitar mengaku khawatir praktik serupa masih terus berlangsung di sejumlah titik lain di Kota Jambi. Mereka menilai keberadaan gudang-gudang penimbunan BBM ilegal bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat dan lingkungan.
Insiden ini sekaligus menjadi tamparan bagi aparat penegak hukum dan instansi pengawasan terkait. Pasalnya, kebakaran gudang yang diduga berkaitan dengan aktivitas BBM ilegal bukan pertama kali terjadi di Jambi. Namun hingga kini, praktik serupa masih terus bermunculan dan seolah sulit diberantas hingga ke akarnya.
Masyarakat pun mendesak aparat untuk tidak sekadar melakukan penyelidikan pascakebakaran, tetapi juga mengusut jaringan distribusi dan pihak-pihak yang diduga berada di balik aktivitas ilegal tersebut. Jika tidak ada langkah tegas dan menyeluruh, kebakaran serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan mengancam keselamatan warga.(*)












