Pasca Libur Idhul Adha, MPLLBB Fokus Cari Solusi Polemik Angkutan Batu Bara Jambi


JAMBI – jambidfacto.com, Pasca libur panjang operasional truk Batubara demi lancarnya pelaksanaan ibadah haji dan perayaan Hari Raya Idhul Adha 1447 H, MPLLBB (Masyarakat Peduli Lalu Lintas Batu Bara) Jambi menggelar rapat internal organisasi yang membahas persoalan lalu lintas angkutan batu bara yang hingga kini masih menjadi sorotan publik dan perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Jumat (30/5/2026).

MPLLBB yang selama ini konsisten melakukan kerja nyata, berkomitmen untuk menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan berlalu lintas di jalan agar berjalan lancar dan tidak merugikan masyarakat.

Maraknya operasional angkutan batu bara di jalan umum telah menjadi fenomena yang sulit dihindari. Di satu sisi, aktivitas tersebut berkontribusi terhadap roda perekonomian daerah, namun di sisi lain kerap menimbulkan berbagai persoalan yang berdampak langsung kepada masyarakat, mulai dari kemacetan, kerusakan infrastruktur jalan, hingga meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas.

BERITA TERKAIT :

https://jambidfacto.com/mplb-mitra-strategis-persoalan-lalu-lintas-batu-bara-jambi/

Menyikapi kondisi tersebut, MPLLBB bergerak cepat dengan merapatkan barisan melalui forum rapat internal yang dihadiri pengurus dan perwakilan anggota dari berbagai wilayah. Pertemuan tersebut difokuskan pada upaya mencari solusi dan langkah konkret untuk meningkatkan kedisiplinan angkutan batu bara agar tidak terus menjadi sumber keresahan di tengah masyarakat.

Ketua MPLLBB, Susana, dalam pemaparannya menjelaskan berbagai kondisi faktual yang ditemukan di lapangan. Menurutnya, sejumlah kendala masih menjadi pemicu tingginya angka kecelakaan maupun insiden yang melibatkan kendaraan angkutan batu bara.

“Keluhan masyarakat selama ini menjadi perhatian utama kami. Banyak warga yang terdampak secara langsung, bahkan tidak sedikit yang menjadi korban akibat kondisi lalu lintas yang belum tertata dengan baik,” ujarnya.

Susana mengungkapkan, selain faktor kelalaian pengemudi, kondisi infrastruktur jalan juga menjadi persoalan yang tidak dapat diabaikan. Banyak ruas jalan yang mengalami kerusakan, berlubang, serta minim penerangan, khususnya di kawasan padat penduduk yang kerap dilalui kendaraan bertonase besar.

Kondisi tersebut dinilai menjadi faktor utama yang memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas, baik yang menimpa masyarakat pengguna jalan maupun para sopir angkutan batu bara itu sendiri. Oleh karena itu, MPLLBB mendorong adanya sinergi antara pemerintah, perusahaan tambang, pengusaha transportasi, dan masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan.

“Selama jalan khusus batu bara belum juga selesai, sementara aktivitas tambang terus berjalan, maka diperlukan sinergi antara pengusaha Batubara dan masyarakat. Karena saat ini jalan yang digunakan kondisinya sempit dan berbatasan langsung dengan pemukiman warga, dan juga kondisi jalan umum yang dilewati cepat rusak serta rendahnya kedisiplinan para sopir angkutan batubara”. Ujar Susan.

Melalui rapat internal ini, MPLLBB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan lalu lintas batu bara di Provinsi Jambi. Organisasi tersebut berharap berbagai masukan dan rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pemangku kebijakan demi terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan tidak lagi menimbulkan korban di masa mendatang.

BACA JUGA :

https://jambidfacto.com/satgas-mplb-gercep-urai-kemacetan-ditengah-cuara-buruk-arus-lintas-jalan-baru/

Bagi masyarakat Jambi, keselamatan di jalan raya bukan sekadar kebutuhan, melainkan hak yang harus dijaga bersama. Karena di balik deru kendaraan angkutan batu bara yang melintas setiap hari, terdapat harapan besar agar aktivitas ekonomi dapat berjalan beriringan dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *