Jambi Kota Seberang Siap Gelar Festival Budaya “Baselang Ka Umo” 2026


KOTA JAMBI – jambidfacto.com, Masyarakat Jambi Seberang tengah bersiap menyambut perhelatan akbar Festival Budaya “Baselang Ka Umo” 2026 yang akan digelar pada hari Sabtu, 30 Mei 2026 mendatang. Mengusung tema “Memelihara Tradisi, Menguatkan Tali Silaturahmi di Hari Tasyrik,” acara ini akan dipusatkan di Kawasan Pertanian dan Permukiman RT 10, Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi.

Kegiatan kebudayaan ini dipimpin langsung oleh Dr. Muhamad Padli Abdullah, yang menjabat sebagai Ketua BAZNAS Kota Jambi sekaligus salah satu pengurus KMJKS (Keluarga Mahasiswa Jambi Kota Seberang).

Sebagai langkah pemantapan, Pemerintah Kota Jambi melalui Kecamatan Danau Teluk telah menggelar rapat persiapan pada hari ini, Rabu, 6 Mei 2026, bertempat di Aula Kantor Camat Danau Teluk. Rapat ini mengundang berbagai elemen penting, termasuk jajaran pemerintahan, Ketua DPRD, Kapolresta, Kodim, perwakilan Lembaga Adat Melayu (LAM), hingga para tokoh masyarakat setempat guna membahas dan memastikan kelancaran kegiatan “Baselang Ka Umo”.


Rangkaian Kegiatan Tradisional

Berdasarkan petunjuk teknis pelaksanaannya, Festival “Baselang Ka Umo” tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi wadah untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal. Beberapa lomba dan kegiatan menarik yang akan digelar antara lain:

Nandur (Lomba Tanam Padi Ibu-ibu)

Lomba menanam bibit padi secara mundur ini diikuti oleh kelompok tani wanita yang terbagi dalam tim beranggotakan 10 orang. Untuk merepresentasikan tradisi autentik, peserta diwajibkan mengenakan kain tengkuluk baumo dan memakai bedak beras dingin di wajah.

Nugal (Penanaman Palawija Bapak-bapak)

Kegiatan ini berupa pembuatan lubang tanam menggunakan tongkat kayu untuk menanam bibit sayur atau palawija di tanah pematang sawah. Lomba ini mendemonstrasikan ketangkasan bertani tradisional dari bapak-bapak perwakilan kelompok tani kelurahan.

Bakarang

Ini merupakan kompetisi menangkap ikan bagi kalangan remaja yang berlokasi di area rawa atau kolam lumpur (payo). Menariknya, peserta wajib menangkap ikan menggunakan tangan kosong atau alat tangkap tradisional tanpa mesin dan bahan kimia.

Festival Mutur

Lomba ini diperuntukkan bagi delegasi ibu-ibu PKK dari setiap kelurahan. Peserta diwajibkan menyajikan aneka kue tradisional khas Jambi Seberang.

Lomba Pengolahan Hewan Qurban

Karena bertepatan dengan momen Hari Tasyrik, festival ini juga mengadakan kompetisi mengolah daging qurban. Tim utusan kelurahan yang beranggotakan tujuh orang akan dinilai berdasarkan higienitas, efisiensi waktu, manajemen kerja tim, serta ketepatan pemotongan.

Menjunjung Nilai Kemanusiaan dan Kesetaraan

Di bawah komando Dr. Muhamad Padli Abdullah, festival ini tidak melupakan aspek kepedulian sosial. Penutupan acara di Panggung Utama akan diwarnai dengan penyerahan donasi kemanusiaan yang bersinergi dengan Dinas Sosial, BAZNAS, korporasi (CSR), dan inisiatif penggalangan dana panitia. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada warga terdampak musibah kebakaran, penyandang disabilitas (berupa penyerahan kursi roda dan alat bantu dengar), serta warga yang sedang sakit.

Selain itu, seluruh masyarakat yang hadir bersama Pejabat VIP (seperti Wali Kota, Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, jajaran Forkopimda, pengurus KMJKS, dan tokoh masyarakat) akan berbaur menikmati Jamuan Makan Merawang. Jamuan ini adalah tradisi makan siang dengan konsep duduk bersama menyantap hidangan hasil alam lokal beralaskan daun atau nampan di atas pematang sawah (umo). Tradisi ini ditujukan untuk mempererat ikatan silaturahmi, menunjukkan kesetaraan, dan menjaga harmoni sosial antara pemimpin dan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *