JAMBI — jambidfacto.com, Sejak berdirinya kurang lebih dua tahun lalu, perkumpulan Masyarakat Peduli Lalu Lintas Batu Bara (MPLLBB) atau MPLB dengan nomor SK. Kemenkumham AHU-0005064.AH.01.07.Tahun 2025 dan terdaftar di Kesbangpol Provinsi Jambi No. SKT 392/Bankesbangpol 4.2/IX/2025 tetap konsisten untuk melaksanakan kinerja nyata. MPLB berkomitmen untuk menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan berlalu lintas di jalan, khususnya truk angkutan Batubara yang jumlahnya ribuan bahkan puluhan ribu yang saat ini masih menggunakan jalan umum.
Ketua MPLB, Susana Wati, menegaskan bahwa perkumpulan ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi lalu lintas yang semakin padat akibat aktivitas angkutan batu bara di jalan umum dan berdampak merugikan masyarakat.
“Selama jalan khusus batu bara belum juga selesai, sementara aktivitas tambang terus berjalan, maka diperlukan sinergi antara pengusaha Batubara dan masyarakat. Karena saat ini jalan yang digunakan kondisinya sempit dan berbatasan langsung dengan pemukiman warga, dan juga kondisi jalan umum yang dilewati cepat rusak serta rendahnya kedisiplinan para sopir angkutan batubara”.ujar Susan Jumat (8/5/2026).

MPLB menilai, tanpa pengaturan yang jelas, aktivitas hauling darat batubara berpotensi memicu kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas. Karena itu, Perkumpulan MPLB ini diharapkan mampu melahirkan komitmen bersama demi menciptakan kelancaran lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan umum di Jambi. Langkah ini juga menjadi upaya menjembatani kepentingan antara sektor industri batu bara dan masyarakat umum yang sama-sama menggunakan fasilitas jalan negara.
“MPLB siap bersinergi dengan Pemerintah, Aparat Penegak Hukum dan Pengusaha Batubara. Tujuan utamanya untuk menciptakan kelancaran lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Karena saat ini masih sama-sama menggunakan jalan negara, jadi jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan.” Tegas Susan.
Lebih lanjut Susan mengatakan bahwa, MPLB sudah melakukan pertemuan dengan Dirlantas Polda Jambi dan jajarannya. Kemudian juga sudah dilakukan pertemuan bersama antara MPLB, Ditlantas Polda Jambi, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi dan BPTD Kelas II Jambi (Balai Pengelola Transportasi Darat). Yang berkomitmen bersama-sama untuk menciptakan ketertiban berlalu lintas khususnya truk angkutan batubara.
“Kita sebagai masyarakat sudah membantu APH dan Pemerintah untuk mengatur kelancaran lalu lintas truk batubara. Untuk itu MPLB mengimbau dan berharap kepada para pengusaha pelaku industri Batubara, bisa bekerja sama dengan semua pihak.” Kata Susan.

Komitmen Membantu Masyarakat, Ciptakan Kenyamanan Berlalulintas
Selama ini anggota Satgas relawan MPLB dibeberapa titik rawan, aktif dan selalu terdepan membantu apabila terjadi kecelakaan. Seperti baru-baru ini saat sebuah truk angkutan batu bara terbalik di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di kawasan Tanjung Pauh, Kecamatan Mestong, Kamis pagi. Insiden tersebut sempat memicu kemacetan panjang dan mengganggu aktivitas masyarakat serta pengguna jalan yang melintas.(09/05/2026)
Mendapat laporan dari warga, tim satgas relawan MPLB langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Tidak hanya membantu proses evakuasi kendaraan, tim juga melakukan pembersihan tumpahan batu bara yang berserakan di badan jalan sekaligus mengatur arus lalu lintas agar kemacetan tidak semakin parah.

Material batu bara yang menutupi sebagian ruas jalan membuat kondisi lalu lintas sempat lumpuh. Sejumlah kendaraan terlihat mengantre cukup panjang karena akses jalan menyempit dan licin akibat tumpahan material.
Melalui video yang dikirim dari lokasi kejadian, anggota Satgas MPLB, Man, menjelaskan bahwa peristiwa terbaliknya truk tersebut terjadi sekitar pukul 05:01 WIB. Menurutnya, situasi di lapangan sempat padat dan memerlukan penanganan cepat agar arus kendaraan kembali normal.
“Kemacetan cukup panjang sempat terjadi. Tim satgas langsung turun membantu pengaturan lalu lintas dan membersihkan material batu bara supaya jalan bisa kembali dilalui dengan aman,” ujarnya.
Sementara itu ketua MPLB Susan, mengatakan gerak cepat yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, khususnya di jalur lintasan angkutan batu bara yang kerap padat aktivitas.
“Kami tidak ingin kondisi seperti ini menimbulkan risiko lebih besar bagi masyarakat maupun pengguna jalan lainnya. Karena itu, begitu menerima laporan, tim langsung turun ke lokasi untuk membantu penanganan,” katanya.
Susan menegaskan, keberadaan MPLB tidak hanya sebatas melakukan pengawasan sosial, tetapi juga hadir di tengah masyarakat saat kondisi darurat terjadi di jalur angkutan batu bara.
“Keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas kami. Alhamdulillah situasi dapat segera dikendalikan sehingga arus lalu lintas kembali normal dan aktivitas warga tidak terganggu terlalu lama,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang berada di sepanjang jalur angkutan batu bara untuk segera melaporkan apabila menemukan persoalan serupa, baik kecelakaan, kemacetan, maupun tumpahan material di jalan.
“Kami membuka pengaduan selama 1×24 jam. Jika ada kendala di jalur batu bara, jangan ragu melapor kepada MPLB agar bisa segera ditangani,” tegas Susan.

Di akhir keterangannya, Susan meminta para pengemudi angkutan batu bara agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab saat berkendara, terutama dalam memastikan kondisi kendaraan dan muatan tetap aman selama perjalanan.
“Jangan sampai kelalaian di jalan justru membahayakan masyarakat lain. Kesadaran dan disiplin sopir sangat penting demi terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib,” pungkasnya. (*)












