DAERAH  

Enam Dapur BGN Beroperasi di Batanghari, 20 Dapur Lagi Segera Menyusul

Kepala Baperida Kabupaten Batang Hari A Kurniadi

BATANGHARI – jambidfacto.com, Pemerintah Kabupaten Batang Hari telah memiliki enam dapur Bergizi Nasional (BGN) yang beroperasi yang lokasi BGN tersebut yaitu di Komplek SMA Muara Bulian, Polsek Muara Bulian, Desa Lopak Aur, Kelurahan Jembatan Mas, Kelurahan Durian Luncuk, dan Kelurahan Simpang Sungai Rengas.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Batang Hari A Kurniadi mengatakan bahwa, dapur-dapur ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat terutama anak-anak dan remaja. Ketersediaan dapur 3T lainya masih dalam proses pembangunan, dan direncanakan ada 20 unit dapur yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.

Menurut Kurniadi, Pemerintah Kabupaten Batang Hari siap memfasilitasi dan membantu dalam pembangunan dan operasional dapur-dapur BGN agar segera dapat dioperasionalkan.

“Dengan enam dapur yang sudah beroperasi, kita dapat membantu sekitar 20.000 penerima manfaat di Kabupaten Batang Hari. Apalagi nantinya ditambah ada 20 dapur lagi yang sedang berproses pembangunannya, tentunya akan lebih banyak lagi para penerima manfaat dalam hal peningkatan perbaikan gizi di masyarakat khususnya Anak-anak dan Remaja.” Ujar Kurniadi.

Ia juga berharap program ini dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah setempat. Satgas Sekretariat BGN telah dibentuk untuk memfasilitasi program ini, dipimpin oleh Sekretaris Daerah. Satgas ini akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan program itu berjalan dengan lancar dan efektif. Program BGN ini merupakan program prioritas nasional, dan pemerintah berkomitmen untuk mendukung dan memaksimalkan program ini.

“Kita akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan program BGN ini dapat membantu masyarakat Batang Hari,” ujarnya lagi.

Dengan demikian, program BGN di Kabupaten Batang Hari diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *