TANJAB BARAT – jambidfacto.com, Dalam rangka bentuk kepedulian sosial terutama terhadap rekan seprofesi, Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Teknisi Ponsel Jambi (DPW ATPJ) bersama dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ATPJ Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menyerahkan donasi bantuan korban kebakaran di Kelurahan Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Selasa (05/05/2026).
Diketahui, kebakaran besar yang terjadi pada Jumat sore, 1 Mei lalu, mengakibatkan kerusakan parah dan berdampak luas terhadap masyarakat. Sebanyak 81 kepala keluarga (KK) atau 262 jiwa tercatat menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 86 rumah hangus terbakar, sementara 11 rumah lainnya mengalami kerusakan, terdiri dari 2 unit rusak berat, 5 rusak sedang, dan 4 rusak ringan.
Secara keseluruhan, total 97 rumah terdampak akibat kebakaran tersebut termasuk juga didalamnya terdapat toko anggota ATPJ yang ikut hangus terbakar beserta seluruh isi dagangannya.
Menurut Tabroni, Ketua Asosiasi Teknisi Ponsel Jambi (ATPJ). Kunjungan Pengurus DPW dan DPD ATPJ kali ini, selain memberikan bantuan donasi juga memberikan dukungan moril kepada rekan seprofesi yang toko tempat usahanya hangus terbakar.
“Kami mewakili seluruh anggota ATPJ dan juga rekan-rekan seprofesi dari luar Provinsi Jambi, turut berduka atas musibah kebakaran ini. Semoga teknisi yang terkena musibah kebakaran ini bisa cepat pulih kembali dan cepat bangkit untuk meneruskan perjuangan tokonya”. Ujar Tabroni
Lebih lanjut dikatakannya bahwa, Donasi yang terkumpul dan diberikan kepada rekan korban kebakaran ini, berasal dari rekan teknisi ponsel se-provinsi jambi dan dari provinsi tetangga yang turut prihatin atas musibah yang menimpa.
“Saya pribadi menyampaikan apresiasi atas kepedulian rekan-rekan seprofesi yang telah bergotong royong memberikan bantuan donasi. Semoga donasi yang kami berikan kali ini, bisa membantu meringankan beban teman seprofesi yang terkena musibah.” Kata Tabroni.

Tabroni selaku ketua ATPJ, menghimbau kepada seluruh rekan-rekan teknisi ponsel untuk meningkatkan kewaspadaan. Banyak kasus kebakaran dipicu oleh konsleting listrik, profesi teknisi ponsel erat kaitannya dengan arus listrik terutama di tengah kondisi cuaca panas ekstrem dan musim kemarau panjang yang berpotensi memicu kebakaran. (*)








