KOTA JAMBI – jambidfacto.com, Pemerintah Kota Jambi terus mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Salah satunya melalui pelaksanaan Gemini Academy Tahun 2026 yang diikuti sekitar 250 guru dan tenaga kependidikan se-Kota Jambi. Kegiatan tersebut dibuka Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, di Aula Graha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, Kamis (20/8/2026).
Program ini merupakan kolaborasi Pemkot Jambi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Pendidikan dengan REFO, Google Educator Group (GEG) Indonesia, dan Balai Guru Penggerak/Balai Besar Guru Penggerak (BGP/BBGP) Kemendikdasmen. Pelatihan diberikan secara gratis kepada guru dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, SD, SMP hingga SMA/sederajat.
Diza mengatakan, perkembangan AI harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, bukan sekadar mengikuti tren teknologi. Menurutnya, guru perlu memiliki kemampuan praktis dalam menggunakan AI, termasuk memahami cara memberikan perintah atau prompt yang tepat agar hasil yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan.
“Saya berharap pelatihan ini tidak hanya mengajarkan bagaimana menggunakan AI, tetapi juga bagaimana membuat prompt atau perintah yang baik, tepat, dan spesifik,” ujar Diza.
Ia menilai penggunaan perintah AI yang terlalu sederhana dan seragam dapat menghasilkan karya yang cenderung generik dan berulang. Karena itu, guru didorong untuk lebih kreatif dalam mengeksplorasi AI dengan memberikan instruksi yang detail, spesifik, dan sesuai kebutuhan pembelajaran.
Diza juga menjelaskan bahwa pemanfaatan AI tidak hanya terbatas pada pembuatan desain atau materi visual. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk membantu proses pembelajaran, membuat permainan edukatif, menyusun program kerja, pekerjaan administrasi, hingga berbagai kebutuhan teknis di lingkungan sekolah.
Diza juga menekankan bahwa Gemini Academy bukan sekadar kegiatan pelatihan. Para peserta nantinya mengikuti penilaian, simulasi ujian hingga ujian sertifikasi. Dari proses tersebut akan dipilih lima peserta terbaik. Lima peserta terbaik tidak hanya mendapatkan sertifikasi, tetapi juga akan mendapat perhatian khusus dari Pemkot Jambi.
Diza bahkan berencana melihat langsung penerapan AI oleh guru-guru yang masuk lima besar di sekolah masing-masing.
“Saya akan melakukan kunjungan secara langsung dan secara random untuk melihat apakah yang terpilih dalam lima besar benar-benar mempraktikkan pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran,” katanya.
Menurut Diza, apabila penerapan AI memberikan dampak positif bagi sekolah dan peserta didik, Pemkot Jambi akan mempertimbangkan bentuk apresiasi bagi guru yang berhasil menerapkannya secara nyata.
Ia juga meminta peserta tidak berhenti pada pelatihan, tetapi membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada guru dan tenaga kependidikan lainnya.
“Ini bukan liburan dari mengajar. Ini adalah kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan mendapatkan ilmu baru,” tegasnya.
Diza menyebut, sebelumnya sudah ada 15 fasilitator yang mendapatkan manfaat dari pelatihan tersebut. Mereka diharapkan dapat membantu memperluas pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan Kota Jambi.
Ia menegaskan, Pemkot Jambi serius mendorong transformasi digital di sektor pendidikan.
“Pelatihan AI ini sebenarnya bukan hanya untuk keren-kerenan saja, tetapi juga kebermanfaatannya sangat banyak jika memang guru-gurunya mau,” ujarnya.
Diza berharap para guru mampu membuktikan bahwa pemanfaatan AI bukan hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dan memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran.
5 Sekolah Peraih Robotik Kit
Sebagai bagian dari rangkaian Gemini Academy 2026, Pemkot Jambi juga memberikan apresiasi berupa lima unit Robotik Kit kepada sekolah yang perwakilannya meraih nilai ujian sertifikasi tertinggi. Lima sekolah tersebut yakni:
- SMP Negeri 012 Jambi
- SDN 25/IV Kota Jambi
- SD Negeri 109/IV Jambi
- SD Negeri 44 Kota Jambi
- SDN 74/IV Kota Jambi
Melalui program ini, Pemkot Jambi berharap penguasaan teknologi AI di kalangan guru semakin meningkat sehingga dapat mendukung terciptanya proses pendidikan yang lebih inovatif, adaptif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.(*)








