MUARO JAMBI — jambidfacto.com, Upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau terus dilakukan. PT Bank Tabungan Negara (BTN) menggelar akad kredit secara massal untuk 250 unit rumah bersubsidi di Perumahan Grand Citra Asri Pudak, Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen BTN dalam mendorong kepemilikan rumah bagi masyarakat, sekaligus membantu mengurangi angka kebutuhan hunian yang masih tinggi di wilayah Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi.
Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, mengatakan program KPR bersubsidi memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat untuk memiliki rumah dengan skema pembiayaan yang relatif ringan.
Salah satu kemudahan yang ditawarkan adalah suku bunga sebesar 5 persen sepanjang masa tenor, dengan jangka waktu angsuran yang dapat mencapai 40 tahun.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan kebijakan dari sisi pembiayaan, dengan bunga lima persen sepanjang tenor. Ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengangsur melalui bantuan subsidi,” ujar Hirwandi dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).
Menurut Hirwandi, penyediaan rumah subsidi juga menjadi salah satu solusi untuk menjawab kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan hunian atau backlog.
Khusus di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi, kebutuhan rumah disebut masih sangat besar, dengan angka backlog mencapai sekitar 130 ribu unit.
Kondisi tersebut, kata dia, sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi pemerintah daerah, pengembang, dan perbankan untuk menghadirkan hunian yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga memiliki kualitas dan fasilitas yang memadai.
BTN sendiri, lanjut Hirwandi, telah memiliki pengalaman panjang dalam pembiayaan perumahan. Sejak 1976 hingga saat ini, bank tersebut tercatat telah menyalurkan sekitar 6 juta KPR kepada masyarakat.
Sementara sepanjang 2026 hingga Agustus, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 100 ribu unit rumah, dengan sekitar 70 persen di antaranya merupakan KPR bersubsidi.
Namun demikian, Hirwandi menilai tantangan penyediaan rumah masih cukup besar karena masih banyak masyarakat yang belum memiliki hunian.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Jambi dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menyiapkan data masyarakat yang membutuhkan rumah secara akurat dan terperinci.
“Saya berharap dimulai dari Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi menyiapkan data by name by address, sehingga bisa dibantu dari sisi pembiayaan dari kami,” katanya.
Wali Kota Jambi Maulana menyambut baik pengembangan rumah bersubsidi di kawasan perbatasan Kota Jambi dan Muaro Jambi.
Menurutnya, keberadaan perumahan subsidi di kawasan pinggiran maupun perbatasan sangat membantu masyarakat, terutama dalam memperoleh hunian dengan harga yang lebih terjangkau.
Namun, pertumbuhan kawasan permukiman harus diikuti dengan penyediaan fasilitas dasar. Karena itu, Pemkot Jambi siap berkolaborasi dengan Pemkab Muaro Jambi dalam meningkatkan infrastruktur penunjang kawasan hunian.
Sejumlah kebutuhan dasar yang menjadi perhatian antara lain akses jalan, pelayanan air bersih hingga pengelolaan sampah.
“Pelayanan dasar tidak mengenal batas wilayah. Kami memfasilitasi kawasan perbatasan, seperti tata kelola sampah dan air bersih. Ini bentuk aglomerasi. Tren peningkatan rumah harus dibarengi dengan pembangunan fasilitas dasar,” ujar Maulana.
Sementara itu, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno menegaskan wilayahnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan hunian.
Ia menyebut sebagian masyarakat yang membeli rumah subsidi di Muaro Jambi juga berasal dari Kota Jambi. Kondisi ini menunjukkan adanya keterkaitan erat antara kedua wilayah dalam perkembangan permukiman.
Pemkab Muaro Jambi, kata Bambang, akan terus memberikan dukungan terhadap pembangunan rumah bersubsidi, termasuk melalui penyediaan lahan dan dukungan infrastruktur.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan program pemerintah pusat dalam mempercepat penyediaan tiga juta rumah bagi masyarakat.
“Muaro Jambi memberikan daya dukung dari sisi ketersediaan lahan dan infrastruktur. Kita bersama-sama, Kota Jambi dan Muaro Jambi, saling bahu membahu mengurangi backlog ketersediaan hunian di Provinsi Jambi,” ungkapnya.
Pengembangan kawasan hunian bersubsidi tersebut juga melibatkan LIP House Jambi. Founder LIP House Jambi, Raymond Tanoto, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum serah terima kunci kepada 250 penerima rumah melalui program “250 Dreams Unlocked”.
Menurut Raymond, tingginya minat masyarakat terhadap rumah subsidi menunjukkan kebutuhan hunian di Jambi masih sangat besar.
LIP House Jambi, kata dia, saat ini telah membangun sekitar 800 unit rumah bersubsidi yang tersebar di lima kawasan, yakni Kasang Pudak dan Mendalo di Kabupaten Muaro Jambi, serta Liposos, Kenali dan Simpang Rimbo di Kota Jambi.
Dari total unit yang telah dibangun, saat ini tersisa sekitar 150 unit yang belum terjual.
Raymond mengatakan pihaknya berupaya menghadirkan konsep hunian yang lebih beragam agar kawasan perumahan tidak sekadar menjadi tempat tinggal, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi penghuninya.
Sejumlah konsep yang dikembangkan antara lain rumah empat musim, konsep Gen Z, rumah untuk menantu dan mertua, hingga konsep yang terinspirasi dari karakter Teletubbies.
“Rumah bukan hanya tempat kita tinggal, tetapi tempat untuk memulai hidup. Program kami ini sejalan dengan program tiga juta rumah, membantu masyarakat Indonesia menikmati hidup dan infrastruktur yang berkualitas,” pungkas Raymond.
Akad kredit massal tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan hunian di kawasan Jambi dan Muaro Jambi masih terbuka lebar. Di sisi lain, pengembangan perumahan juga menuntut kesiapan infrastruktur dan pelayanan publik agar pertumbuhan kawasan permukiman berjalan seimbang dan berkelanjutan.(*)








