KERINCI – jambidfacto.com, Disela rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 H, Region Head PTPN IV Regional IV Khayamuddin Panjaitan melakukan kunjungan kerja lapangan ke Kebun Kayu Aro, Kerinci. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung berbagai aktivitas di kebun, mulai dari pembibitan hingga proses pengolahan komoditas unggulan.
Dalam kunjungan tersebut, Region Head PTPN IV Regional IV meninjau area pemeliharaan tanaman kopi dan pembibitan kopi yang menjadi fondasi masa depan produksi kopi Kayu Aro. Dilokasi ini, beliau melihat langsung bagaimana bibit-bibit kopi dipersiapkan dengan penuh kesabaran dan ketelitian oleh para pekerja kebun.
Menurutnya, pembibitan merupakan tahapan penting dalam menjaga keberlanjutan produksi kopi yang berkualitas.
“Bibit kopi yang kita rawat hari ini bukan sekadar tanaman kecil, tetapi merupakan investasi masa depan. Dari sinilah lahir kopi-kopi berkualitas yang nantinya akan membawa nama Kayu Aro tetap dikenal hingga ke pasar dunia,” ujarnya.
Kunjungan kemudian berlanjut ke unit pengolahan kopi. Di sana, Khayamuddin Panjaitan menyaksikan langsung proses pengolahan green bean yang menjadi salah satu penentu utama kualitas kopi sebelum dipasarkan. Ia menekankan pentingnya menjaga standar pengolahan, mulai dari proses sortasi hingga kebersihan area kerja agar kualitas kopi tetap terjaga.
“Setiap tahapan pengolahan harus dilakukan dengan standar terbaik. Mulai dari sortasi, pengeringan, hingga kebersihan area pengolahan. Kualitas kopi Kayu Aro harus tetap kita jaga agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” katanya.
Tidak hanya kopi, Region Head juga meninjau pabrik pengolahan teh yang menjadi salah satu kebanggaan Kebun Kayu Aro. Di pabrik ini, daun teh pilihan diproses dengan ketelitian tinggi untuk menghasilkan teh berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan pabrik sebagai bagian dari budaya kerja para planter.
“Kebersihan pabrik bukan hanya soal standar kerja, tetapi juga mencerminkan disiplin, budaya, dan harga diri kita sebagai planter. Kopi dan teh Kayu Aro bukan sekadar komoditas, tetapi warisan kebanggaan yang harus kita jaga dengan sepenuh hati,” tegasnya.
Melalui kunjungan lapangan ini, diharapkan seluruh karyawan semakin termotivasi untuk menjaga kualitas produksi serta mempertahankan reputasi kopi dan teh Kayu Aro sebagai salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia. (*)












